Jumlah total kejadian meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19 di Indonesia, cenderung berkaitan dengan tingkat kepadatan penduduk. Empat provinsi teratas dengan kasus terkonfirmasi yang diakumulasikan sejak Maret hingga 20 September 2020 mencerminkan hal tersebut.
Berdasarkan data pasien Covid-19 dari laman BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), yang diunduh pada Minggu (20/9/2020) malam, diketahui DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat menempati tempat teratas. DKI Jakarta dengan 61.966 kasus terkonfirmasi akumulatif, Jawa Timur (40.708), Jawa Tengah (19.516), dan Jawa Barat (16.822) (data lengkap tersaji di bagian bawah narasi).
Visualisasi kasus meninggal dan terkonfirmasi Covid-19 sampai 20 September 2020
Keempat provinsi tersebut memiliki jumlah kepadatan penduduk lebih tinggi dibandingkan enam provinsi lain dalam daftar 10 provinsi dengan jumlah kasus terkonfirmasi terbanyak. Kepadatan penduduk merupakan ukuran hasil dari jumlah penduduk dibagi luas wilayah. Dikutip dari data kepadatan penduduk menurut provinsi yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta pada 2019 lalu, memiliki kepadatan penduduk 15.900 jiwa per kilometer persegi. Jawa Timur dengan 831 jiwa per kilometer persegi, Jawa Tengah (1.058), dan Jawa Barat (1.394). (Data lengkap tersaji di bagian bawah narasi)
Enam provinsi lain, yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Bali, Sulawesi selatan, dan Papua, memiliki jumlah kasus terkonfirmasi akumulatif yang lebih sedikit dibandingkan empat provinsi di atas. Tingkat kepadatan penduduk di enam provinsi itu juga lebih rendah, jika dibandingkan dengan DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Kepadatan penduduk yang lebih tinggi, diduga membuat sebagian orang relatif sulit untuk mempraktikkan jaga jarak fisik (physical distancing). Padahal, praktik physical distancing merupakan salah satu protokol kesehatan guna memutus rantai persebaran virus SARS-Cov-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Kudu, dapat pula diketahui, walaupun di DKI Jakarta terdapat jumlah kasus terkonfirmasi tertinggi, namun Jawa Timur memiliki persentase meninggal dunia terbesar. Persentase meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19 di Jawa Timur mencapai 7,28 persen. Sementara DKI Jakarta 2,49 persen. (Data lengkap tersaji di bagian bawah narasi).
Kondisi ini dapat berarti sejumlah kemungkinan. Sebagian di antaranya, boleh jadi, berhubungan dengan perbedaan jumlah tes, kondisi kesehatan orang-orang dengan penyakit tertentu sebelum terinfeksi Covid-19, kondisi tenaga kesehatan di provinsi tersebut, dan sebagainya.
Untuk memastikannya, masih dibutuhkan sejumlah dataset lain. Kudu akan terus memberikan hasil-hasil analisis terbaru, seiring dengan penambahan data yang kami peroleh.
Data
Sepuluh besar provinsi di Indonesia berdasarkan kasus terkonfirmasi (akumulatif) karena Covid-19 hingga 20 September 2020 (diurutkan berdasarkan jumlah kasus terkonfirmasi terbesar):
| Provinsi | Kasus Meninggal Akumulatif | Kasus Sembuh Akumulatif | Kasus Terkonfirmasi Akumulatif | Proyeksi Populasi 2020 (ribuan) | Kepadatan Penduduk 2019 (jiwa/km2) |
| DKI Jakarta | 1541 | 48247 | 61966 | 10645 | 15900 |
| Jawa Timur | 2965 | 33234 | 40708 | 39886.3 | 831 |
| Jawa Tengah | 1252 | 12985 | 19516 | 34940.1 | 1058 |
| Jawa Barat | 317 | 9910 | 16822 | 49935.7 | 1394 |
| Sulawesi Selatan | 397 | 10537 | 14367 | 8928 | 189 |
| Kalimantan Selatan | 399 | 8130 | 9735 | 4304 | 110 |
| Sumatera Utara | 399 | 5631 | 9368 | 14703.5 | 200 |
| Bali | 216 | 6338 | 7749 | 4380.8 | 750 |
| Sumatera Selatan | 323 | 3934 | 5402 | 8567.9 | 92 |
| Papua | 72 | 3558 | 5149 | 3435.4 | 11 |
Tabel sepuluh besar provinsi di Indonesia berdasarkan kasus terkonfirmasi (akumulatif) karena Covid-19 hingga 20 September 2020
Perbandingan persentase meninggal dunia dan terkonfirmasi positif dari sepuluh provinsi yang memiliki kasus terkonfirmasi terbesar. Data diakumulasikan sejak Maret hingga 20 September 2020 (diurutkan berdasarkan persentase meninggal dan terkonfirmasi terbesar):
| Provinsi | Kasus Meninggal Akumulatif | Kasus Sembuh Akumulatif | Kasus Terkonfirmasi Akumulatif | Meninggal : Konfirmasi* | Sembuh : Konfirmasi** |
| Jawa Timur | 2965 | 33234 | 40708 | 7.28% | 81.64% |
| Jawa Tengah | 1252 | 12985 | 19516 | 6.42% | 66.54% |
| Sumatera Selatan | 323 | 3934 | 5402 | 5.98% | 72.82% |
| Sumatera Utara | 399 | 5631 | 9368 | 4.26% | 60.11% |
| Kalimantan Selatan | 399 | 8130 | 9735 | 4.10% | 83.51% |
| Bali | 216 | 6338 | 7749 | 2.79% | 81.79% |
| Sulawesi Selatan | 397 | 10537 | 14367 | 2.76% | 73.34% |
| DKI Jakarta | 1541 | 48247 | 61966 | 2.49% | 77.86% |
| Jawa Barat | 317 | 9910 | 16822 | 1.88% | 58.91% |
| Papua | 72 | 3558 | 5149 | 1.40% | 69.10% |
Tabel data perbandingan kasus meninggal dunia, sembuh, dan terkonfirmasi
Catatan:
* semakin tinggi semakin buruk
** semakin tinggi semakin baik
Analisis
- Empat tertinggi jumlah kasus terkonfirmasi masih didomimasi di Pulau Jawa.
- Walaupun DKI Jakarta menempati jumlah kasus terkonfirmasi tertinggi, namun Jawa Timur memiliki tingkat persentase meninggal dunia terbesar.
- Tingginya jumlah kasus terkonfirmasi DKI Jakarta, besar kemungkinan terjadi karena kepadatan penduduk yang sangat tinggi (15.900 jiwa/km2). Hal ini juga diperkuat dari tingginya jumlah kasus terkonfirmasi pada tiga provinsi lain, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
- Persentase meninggal dan kasus terkonfirmasi dapat mencerminkan beberapa hal, yaitu:
- Kondisi kesehatan masyarakat pada provinsi tersebut, sebelum terinfeksi Covid-19 (kemungkinan meninggal dunia akibat Covid-19 cenderung meningkat jika diiringi beberapa penyakit tertentu sebelumnya)
- Tingkat kepadatan yang berbeda untuk setiap provinsi
- Jumlah tes yang berbeda untuk setiap provinsi
- Kondisi tenaga kesehatan pada provinsi tersebut (perlu ditelaah lebih lanjut)
Beberapa Pertimbangan
- Analisis ini hanya diturunkan dari data sepuluh provinsi yang memiliki jumlah kasus terkonfirmasi terbesar di Indonesia.
- Mungkin terdapat perbedaan data jumlah kasus dari BNPB, Kementerian Kesehatan, dan portal Covid-19 beberapa provinsi. Namun hal-hal tersebut tidak menjadi fokus pembahasan pada analisis kali ini
Sumber Data
Data kepadatan penduduk: https://www.bps.go.id/indicator/12/141/1/kepadatan-penduduk-menurutprovinsi.html
Data pasien Covid-19: https://bnpb-inacovid19.hub.arcgis.com/app/indonesia-covid-19-dashboard
Proyeksi populasi penduduk 2020: https://www.bps.go.id/statictable/2014/02/18/1274/proyeksipenduduk-menurut-provinsi-2010—2035.html
